Senin, 04 Mei 2026

Masih Mencari Arti Hidup (2)

 Harusnya ini jadi part yang ketiga sih, tapi gatau kenapa kok postinganku hilang, padahal udah capek ketik panjang lebar. Apa karena secara tidak langsung aku ga dibolehin oversharing atau mengumbar aib ya? Bisa jadi sih. Kita anggap saja begitu. Jadi kedepannya aku akan menceritakan apapun secara ringkas dengan gambaran besarnya saja. 


Doddy mengusikku lagi

2 hari lalu ada akun tuyul yang nge-dm ini. Kenapa aku bisa tahu ini Doddy? Karena pola Doddy selalu sama, menyamar jadi stranger untuk memancingku mau membalas pesan dan spam chat ataupun telponnya. Gamau aku balas lagi. Palingan nanti beberapa hari kedepan dia bakal marah-marah karena aku cuekin. Kalau kata Nurmeng harusnya aku blok langsung, tapi aku malas dan masih ingin melihat drama apa lagi yang akan dia buat. Jika sudah tak sanggup baru akan kublok lagi. 

Kemarin aku ada bahas soal Teguh dan seluk beluk tentangnya. Tapi setelah kupikir-pikir itu sudah tak penting lagi untuk dibahas karena kenangan bisa abadi di ingatan tanpa perlu terlalu banyak menjelaskan kepada orang lain. Lagipula masa lalu juga tidak akan menjadi masa depan. Yang penting kau tau Mi, walaupun begitu dia pernah punya peran yang ngasih impact buat kau kedepannya, entah itu pelajaran cara mengelola emosi untuk bisa lebih bijak dan menghargai pasangan, ataupun pelajaran penting lainnya untuk rumah tanggaku kelak. 

Daripada itu, aku masih resah dengan apa yang akan terjadi padaku di kehidupan berikutnya. Apakah aku akan gagal lagi? Apakah aku akan mengambil keputusan yang akan kusesali lagi untuk diriku di 3 tahun mendatang? 

Tolonglah, aku pengen buat aku bangga sama aku. Setidaknya biarkan aku merasakan rasanya puas dengan pencapaianku setahun belakangan, aku pengen lihat Tami puas dengan hasil kerjaku nanti agar dia bisa menuliskan banyak hal yang dia syukuri di masa itu, berapa bahagianya dia bisa menjadi "aku" dan berhasil survive ke tahap itu. 

Bohong sih kalau aku bilang belum mau nikah. 

Aku malah pengen! pengen! pengen nikah! Nikah sama yang betul-betul aku butuhkan, pilihan yang tidak pernah kusesali. Untuk itu, kali ini aku gamau asal mengiyakan setiap tawaran yang datang demi membahagiakan ego orang terdekatku, sama seperti kejadian salah jurusan di SMA dan kuliah. Cukup dua keputusan itu saja yang kubuang egoku sendiri untuk mengambilnya. Tapi soal jodoh, kali ini biar aku yang memutuskan sendiri. 

Baru sebulan belakangan ini aku kembali teringat Bang Singgih, setelah aku berpikir keras soal kemungkinan.. Siapa ya teman/kenalan lama yang punya potensi layak kujadikan suami? Tiba-tiba aku teringat masa-masa menjelang SMA yang sempat kesengsem sama idola sekolah, Bang Singgih. 

Aku langsung cari ig nya dan kufollow saat itu juga dengan rasa pasrah mikir, "gakpapalah ga difollback, diacc aja Aku dah senang." Begitu bangun di pagi harinya Aku terkesiap melihat notif igku, FINALLY DIA FOLLBACK AKU DONGGGG! Salting brutal saat itu juga. Dah lama aku ga rasain euforia ini. 

Ditambah Bang Singgih ngelike story ig yang ada mukaku, makin kesenenganlah aku. Khayalanku udah ke mana-mana aja termasuk mendambakan ada keajaiban Bang Singgih notice aku dan ajak aku ngobrol berujung dia nikahin akuuu! (>_<")

Impossible aku tahuuu

Sadarrr... bangetttt

Gak mungkinlah Bang Singgih mau sama aku walau nanti dia udah setua apapun yang cantik pintar keren kaya sudah tentu tetap banyak yang mengantri ingin menjadi istrinya Singgih. Sumpah.. Hampir gada sedikitpun cela di Bang Singgih. He is so perfect yang pernah kutemui secara langsung. Pokonya kalau dapat dia, ga ada keraguan sedikitpun di dadaku untuk mempertimbangkan dia dua kali. Karena semua yang aku butuhkan itu ada padanya. 

Definisi family man yang hablumminannas-nya jempolan banget. Ga takut aku bawa dia ke keluarga karena pasti obrolannya juga ga akan mati karena dia sosok yang pandai mencari topik dan mencairkan suasana. Kharismanya jempolanlah ga kaleng kaleng. Sungguh amat sangat beruntung yang berhasil jadi istrinya Bang Singgih kelak. 

When yah? Aku bisa dapat yang kek Bang Singgih? Harus cari ke manalah ini ya? Aku pengen kamu Bang Singgih. Awal pertemuan kita cukup unik. Kalau bukan karena si Diah waktu SD iseng menyapamu yang lewat berangkat sekolah di depan kelas kami di pagi itu, belum tentu Aku bisa menyadari keberadaanmu. Dan kau harus tau betapa excitednya Aku begitu mengetahui siapa nama anak kecil manis berkacamata mirip Afgan itu setelah kita bertemu kembali di SMP. 

Sadar kok Aku yang sekarang belum ada yang bisa kubanggakan, jauh banget gap kita. "Bagai punguk merindukan bulan." Kalaupun kamu rezekimu, berarti hoki seumur hidupku udah terpakai sekali. 😅

Abang Singgih.. Ini mimpi, tapi andai saja kau menemukan blogku ini, silakan hubungi Aku di @mimistu.chan ya! 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar